preloader
 Efek Samping Kosmetika⠀

Efek Samping Kosmetika⠀

Adakah kewajiban bagi produsen melaporkan kpd pihak tertentu, khususnya terkait efek samping yg kemungkinan ditimbulkan? Bagaimana cara konsumen bisa melaporkan apabila terjadi hal-hal demikian? ⠀
.⠀
Pengaturan mengenai kosmetik ada pd Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan No.25 Th 2019 ttg Pedoman Cara Pembuatan Kosmetika yg Baik serta Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan No.26 Th 2019 ttg Mekanisme Monitoring Efek Samping Kosmetika⠀
.⠀
Melakukan kegiatan pembuatan kosmetik, industri kosmetik wajib menerapkan Pedoman Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik, yakni: Sistem menejemen mutu, personalia, bangunan dan fasilitas, peralatan, sanitasi dan hygiene, produksi, pengawasan mutu, dokumentasi, audit internal, penyimpanan, kontrak produksi dan pengujian, serta penanganan keluhan dan penarikan produk⠀

Tak dpt dipungkiri dlm penggunaannya kosmetik yg beredar bbrp diantaranya masih memberikan efek samping pd penggunanya. Maka tiap yg mengedarkan kosmetik (industri kosmetik, importir kosmetik, dan usaha perorangan/badan usaha yg melakukan kontrak produksi) punya nomor notifikasi & wajib menjamin kosmetik yg diedarkan tlah memenuhi syarat keamanan, kemanfaatan, mutu, penandaan, dan klaim⠀
.⠀
Ps.1 Angka 4 & 5 Peraturan BPOM 26/2019, efek samping ada bbrp jenis:⠀
1. Efek tidak diinginkan serius⠀
2. Efek tidak diinginkan non-serius⠀
Keduanya wajib dilaporkan melalui mekanisme monitoring efek samping kosmetika kpd Kepala BPOM melalui Direktur Pengawasan Kosmetik.⠀

Cara melaporkannya?⠀
Ps.9 Peraturan BPOM 26/2019, pelaporan dapat dilakukan melalui:⠀
1. E-reporting (melalui http://mesotsmkos.pom.go.id)⠀
2. Surat elektronik dgn alamat (laporkosmetik@pom.go.id)⠀
3. Faksimili⠀

Ps.13 Peraturan BPOM 26/2019, bila terbukti melanggar ketentuan maka dpt dikenakan sanksi administratif oleh Kepala BPOM, yakni:⠀
1. Peringatan tertulis⠀
2. Larangan mengedarkan kosmetik utk sementara⠀
3. Penghentian sementara kegiatan⠀
4. Penutupan sementara akses notifikasi⠀
5. Pencabutan nomor notifikasi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don’t miss our future update!

We promise, doesn’t spam you!

©2020, LegalHub Indonesia. All Rights Reserved